Pengembangan Kurikulum SMKN Sebatik

6 06 2011

SMKN 1 Sebatik mengadakan IHT atau In house training mengenai penyusunan Kurikulum. yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini adalah Kepala Dinas Pendidikan bapak Drs. Nizaruddin, sedangkan fasilitator/instruktur pengawas SMK kab Nunukan Sigar Acang dan Muhammad Gafur Kepala SMKN 1 Sebatik Barat. Acara ini diikuti oleh 23 guru dan tentu saja melibatkan 2 orang unsur komite sekolah dan 4 orang unsur Dudi atau kemitraan Sekolah. Pelatihan tersebut dilaksanakan dari tanggal 10 Mei 2010 sd 18 Mei 2010.
Tujuan yang sangat urgen ingin diperoleh adalah model Kurikulum SMKN 1 Sebatik Barat yang benar-benar mencerminkan kebutuhan, menggali potensi daerah dan keunggulan daerah.
Menurut M.Gafur Kurikulum tersebut adalah sebagai suatu pedeoman arah kebijakan pengelolaan sekolah. Mulai visi dan misi, kompetensi yang akan dikembangkan, struktur mata pelajaran, SK-KD, penentuan kenaikan kelas, penentuan kelulusan, bimbingan konseling, peraturan sekolah, muatan lokal, pengembangan diri, unggulan lokal dan semua kegiatan yang ada di SMKN 1 Sebatik Barat ada tertuang dalam Kurikulumnya SMK. Jika ada yang belum tertuang maka akan dijalankan setelah tahun berikutnya diadakan penyusunan atau pengembangan lagi. Semoga dengan adanya pelatihan ini para guru, komite sekolah dan Dudi dapat memahamiarti dari KTSP. dan apa saja komponen yang tercakup didalamnya.

Menurut Kepala dinas pendidikan Nunukan sebagai nara sumber dalam acara tersebut, Ada empat komponen penting dalam pengelolaan pembelajaran di sekolah, yaitu kurikulum, sarana dan prasarana, siswa dan guru. Demikian Kepala Dinas Pendidikan Drs. Nizaruddin ketika membuka dan mengisi jam Pelatihan Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMK Bagi Guru.

Dari keempat komponen itu, lanjut beliau gurulah unsur yang sangat penting dalam menentukan proses pembelajaran yang bermutu. Ada siswa, ada kurikulum, ada sarana tapi kalau gurunya tidak ada, maka siswa tidak mungkin belajar sesuai kurikulum yang direncanakan, demikian pula, ada sarana dan prasarana, bila gurunya tidak ada, lanjutnya maka penggunaan praktik peralatan itu tidak akan maksimal untuk peningkatan kompetensi.

Pelatihan Pengembangan KTSP SMK adalah kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap. Dalam laporannya Kepala SMK, Muhammad Gafur mengatakan, tahap pertama berlangsung 6 hari masih 1 program studi keahlian, yaitu : Agrobisnis Tanaman Perkebunan.
Pada tahap 2 pesertanya yaitu khusus gur SMKN 1 Sebatik saja tidak melibatkan Komite dan Dudi. Semoga tahun mendatang pengembangan kurikulum ini sudah diikuti 3 program keahlian yaitu Agribisnis Perikanan dan Akuntansi.

Hasil yang diharapkan dari Tahap 2 atau kegiatan penyusunan dokumen adalah tersusunnya dokumen, berupa : tersusunnya silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), sehingga ketika pelatihan berakhir mereka sudah mempunyai perangkat dokumen kurikulum untuk dilaksanakan dalam pembelajaran.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: