PERSIAPAN SELEKSI GURU BERPRESTASI

6 06 2011

Seleksi Guru Berprestasi

Hanya Sebagai Renungan, jika anda berminat maju dalam seleksi Guru Berprestasi melalui tulisan ini mungkin anda sedikit mendapatkan gambaran. Menurut apa yang sudah pernah saya alami kondisi taun 2009. Kondisi tahun ini sangat menguntungkan, karena hanya dibatasi pada guru yang bertugas di daerah KHUSUS.
Guru Berprestasi adalah guru yang memiliki kinerja melampaui standar yang telah ditetapkan oleh satuan pendidikan, yang mencakup kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, kompetensi sosial dan mampu menghasilkan karya inofatif yang diakui baik pada tingkat daerah, nasional dan/atau internasional; dan secara langsung membimbing peserta didik hingga mencapai prestasi di bidang intrakurikuler dan/atau ekstrakurikuler.
Menjelang bulan Mei setiap tahunnya selalu diadakan kompetisi antar guru se-Indonesia dalam Pemilihan Guru Berprestasi mulai  dari tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten, provinsi dan final di tingkat nasional. Adapun puncak dari kegiatan tersebut adalah diserahkannya piala dan penghargaan bagi para pemenang pada tanggal 2 Mei tepat saat peringatan Hari Pendidikan Nasional. Pemilihan Guru Berprestasi menjadi ajang kompetisi positif dan sharing antar peserta dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme mereka. Lalu hal apa saja yang menjadi  materi lomba guru berprestasi?
Sifat
1. Pemilihan guru berprestasi ini bersifat kompetitif dan bukan berdasarkan pemerataan. Masing-masing guru yang memenuhi kriteria berhak mengikuti program ini.
2. Pemilihan guru berprestasi dilaksanakan secara objektif (mengacu pada proses penilaian dan penetapan predikat guru berprestasi dan dilaksanakan secara impartial,non diskriminatif serta memenuhi standar penilaian), transparan (mengacu pada proses yang memberikan peluang   kepada semua pemangku kepentingan untuk memperoleh akses informasi tentang penilaian dan penetapan predikat guru berprestasi sebagai suatu sistem yang meliputi masukan,proses dan hasil penilaian), akuntabel (penilaian dan penetapan predikat guru berprestasi dapat dipertanggungjawabkan kepada semua pemangku kepentingan pendidikan baik secara akademik maupun administratif.
Peserta
1). Kelompok  guru tingkat satuan pendidikan TK ( guru TK /Raudhatul Athfal/ Bustanul Athfal/TK Luar Biasa. 2). Kelompok guru tingkat satuan pendidikan SD ( guru SD/MI/SDLB). 3). Kelompok guru tingkat satuan pendidikan SMP (guru SMP/Mts/SMPLB). 4).Kelompok guru tingkat satuan pendidikan SMA (guru SMA/SMK/MA/SMA Luar Biasa).
Kriteria
1). Guru unggul/mumpuni dilihat dari kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Subkompetensi masing-masing kompetensi disajikan pada bagian penilaian. (a). Kompetensi Pedagogik tercermin dari tingkat pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. (b). Kompetensi Kepribadian tercermin dari kemampuan personal berupa kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa serta menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat dan berakhlak mulia. (c). Kompetensi Sosial tercermin dari kemampuan berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar. (d). Kompetensi Profesional tercermin dari  tingkat penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam baik materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi  keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan struktur dan metodologi keilmuannya.
2). Guru yang menghasilkan karya kreatif atau inovatif melalui :  a. Pembaruan (inovasi) dalam pembelajaran atau bimbingan. b. Penemuan teknologi tepat guna dalam bidang pendidikan. c. Penulisan buku fiksi/nonfiksi di bidang pendidikan atau sastra Indonesia dan sastra daerah. d. Penciptaan karya seni; atau e. Karya atau prestasi di bidang olah raga.
3). Guru yang secara langsung membimbing peserta didik hingga mencapai prestasi di bidang intrakurikuler dan/atau ekstrakurikuler.
Persyaratan
1). Guru yang berstatus PNS/Non PNS serta tidak mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah atau dalam proses pengangkatan kepala sekolah, atau transisi alih tugas ke unit kerja lainnya. 2). Aktif melaksanakan proses pembelajaran /bimbingan dan konseling. 3). Belum pernah dikenai hukuman disiplin atau tidak dalam proses pemeriksaan pelanggaran disiplin. 4). Masa kerja sebagai guru secara terus menerus sekurang-kurangnya 8 th. 5). Bukti prestasi yang dicapai ditulis dalam bentuk karya tulis/laporan yang telah disyahkan oleh kepala sekolah. 6). Bukti partisipasi dalam kemasyarakatan berupa surat keterangan atau bukti fisik lainnya yang telah disyahkan kepala sekolah. 7). Menyusun portofolio bagi guruTK/SD/SMP/SMA atau sederajat yang meraih Pemenang I di sekolah yang akan mengikuti seleksi di tingkat selanjutnya. 8). Guru-guru yang pernah meraih predikat guru berprestasi peringkat I,II,III tingkat nasional tidak diperkenankan mengikuti program ini. 9). Guru-guru yang pernah meraih predikat guru berprestasi peringkat I,II,III di tingkat provinsi dapat mengikuti program ini setelah 5 tahun. 10). Mempunyai beban kerja minimal 24 jam tatap muka perminggu atau ekuivalen.
Acuan Penilaian
Tingkat  Kecamatan
(1).Profesional : tes tertulis, wawancara, portofolio. (2).Pedagogik : wawancara, portofolio. (3).Kepribadian : wawancara. (4).Sosial : wawancara. (5).Karya kreatif/ inovatif : wawancara, portofolio. (6)Hasil Pembimbingan : wawancara, portofolio.   
Tingkat Kabupaten
(1).Profesional : tes tertulis,unjuk kerja,wawancara,portofolio. (2).Pedagogik : tes tertulis,unjuk kerja,wawancara,portofolio. (3).Kepribadian :  tes tertulis, wawancara, observasi. (4).Sosial :  tes tertulis,wawancara,observasi. (5).Karya kreatif/inovatif :  wawancara,portofolio. (6)Hasil Pembimbingan :  wawancara, portofolio.
Tingkat Provinsi  dan Tingkat Nasional
(1).Profesional : tes tertulis,unjuk kerja,wawancara,portofolio. (2).Pedagogik : tes tertulis, unjuk kerja, wawancara, portofolio. (3).Kepribadian :  tes tertulis, wawancara, observasi. (4).Sosial :  tes tertulis,wawancara,observasi. (5).Karya kreatif/inovatif :  wawancara, portofolio. (6).Hasil Pembimbingan :  wawancara, portofolio.
* Di setiap tingkat pemilihan guru berprestasi mencakup semua faktor, namun aspek yang dinilai tidak selalu sama. Begitu juga dengan penilai serta cara atau alat penilaian yang digunakan.
PENILAIAN KINERJA GURU (TK,SD,SMP,SMA)
Kompetensi Pedagogik
Subkompetensi (SK): 1). Menguasai karakteristik peserta didik dari segi fisik, moral, spititual, sosial, kultural, emosional dan intelektual.
Indikator :  a. Menjelaskan karakteristik peserta didik. b. Mengidentifikasi potensi peserta didik. c. Mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik. d. Mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik.
Subkompetensi (SK): 2). Menguasai Teori Belajar dan prinsip- prinsip pembelajaran yang mendidik.
Indikator : a. Menjelaskan berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. b. Menerapkan berbagai pendekatan, strategi,    metode teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif. c. Menerapkan pendekatan pembelajaran tematik khususnya di kelas-kelas awal.
Subkompetensi (SK):  3). Mengembangkan kurikulum.
Indikator : a. Menjelaskan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum. b. Menentukan tujuan pembelajaran. c. Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk  mencapai tujuan pembelajaran. d. Memilih materi pembelajaran yang diampu terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan   pembelajaran. e. Menata materi pembelajaran secara benar  sesuai dengan  pendekatan yang dipilih dan karakteristik peserta didik.  f. Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian.
Subkompetensi (SK):  4). Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.
Indikator :   a. Menjelaskan prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik. b. Mengembangkan komponen-komponen rancangan pembelajaran. c. Menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap, baik untuk kegiatan di dalam kelas, laboratorium maupun lapangan. d. Melaksanakan pembelajaran yang mendidik  di kelas, di laboratorium dan di lapangan dengan memperhatikan standar keamanan yangdipersyaratkan. e. Menggunakan media dan sumber pembelajaran yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mapel yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh.  f.  Mengambil keputusan transaksional dalam pembelajaran sesuai dengan situasi  yang berkembang.
Subkompetensi (SK) 5):   Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran.
Indikator :   a. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran yang diampu.
Materi
Adapun materi-materi wajib dalam pemilihan guru berprestasi adalah:
1. Kompetensi Pedagogik. Pada materi ini para peserta diberi tes kompetensi pedagogik berupa soal bidang pedagogik sejumlah tertentu (+200 butir soal) dan harus dikerjakan dalam waktu yang terbatas (kurang lebih 60 menit). Dimungkinkan ada tes wawancara pedagogik yang soalnya berkisar masalah pendidikan pada umumnya yang aktual.
2. Kompetensi Kepribadian. Pada materi ini para peserta dipersilakan mengerjakan soal kompetensi kepribadian berupa tes tertulis yang bobot soalnya setara tes memasuki pendidikan S2.
3. Kompetensi Sosial. Materi kompetensi sosial berkisar hubungan sosial antar individu dengan sesama dan lingkungannya. Jenis tesnya biasanya berupa tes wawancara dengan bentuk soal jawaban  singkat/essay.
4. Kompetensi Profesional Materi kompetensi profesional berkisar tentang seluk beluk dan bidang keahlian yang ditekuninya.

Demikianlah sedikit berbagi tentang bagaimana menjadi Guru  Berprestasi, bukan maksud ingin menggurui tetapi niat tulus untuk berbagi dan memotivasi para guru untuk mengikuti seleksi guru berprestasi yang diadakan pada setiap tahunnya.

KIAT-KIAT PERSIAPAN
Pada umumnya hanya dengan mempelajari petunjuk teknis Pemilihan Guru Berprestasi kita sudah mendapatkan gambaran bagaimana cara dan mekanisme pemilihan guru berprestasi baik di tingkat kecamatan maupun di tingkat berikutnya. Namun petunjuk teknis tersebut biasanya sampai ke tingkat kecamatan(guru) satu bulan bahkan kurang sebelum hari “H” pelaksanaan lomba. Pertanyaannya: mampukah para guru terpilih nanti mempersiapkan segala macam persyaratan lomba (Portofolio, Penelitian Tindakan Kelas, karya inovatif, presentasi PTK) dalam waktu kurang dari satu bulan? Berangkat dari pertanyaan tersebut penulis ingin berbagi pengalaman persiapan apa saja dan bagaimana kiat-kiatnya agar terpilih menjadi guru berprestasi.Hal-hal yang harus dipersiapkan lebih awal antara lain :
1). Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Langkah bijak adalah membuat PTK jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan Lomba, atau paling tidak 3 bulan sebelumnya. Hal ini agar PTK yang Bapak/Ibu Guru buat dapat sempurna dan tidak membuat pusing kepala/jadi pemikiran kita, karena tidak selesai-selesai juga karena sering diubah-ubah melulu. Jadi, pembuatan PTK semakin cepat akan semakin baik tentunya. Jangan lupa PTK yang sudah selesai dibuat disyahkan oleh Kepala Sekolah dan diketahui oleh Kepala UPT masing-masing. Bagaimana cara pembuatan PTK yang sesuai prosedur, silakan lihat artikel saya berjudul ” Rambu-rambu Penulisan PTK”
Masalah yang akan diangkat dalam Penelitian Tindakan Kelas adalah materi pembelajaran di kelas Bapak/Ibu guru yang menemui kendala, tingkat urgensinya tinggi, atau ingin diketahui tingkat efektifitas suatu metode, model atau media pembelajaran.
Kiat : Agar nilai pembuatan PTK dapat maksimal, Bapak/Ibu guru sebaiknya mempelajari dahulu cara, metode dan prosedur pembuatan PTK. Bapak ibu guru bisa juga membeli buku pembuatan PTK di toko, atau meminjam teman guru/peserta yang pernah maju lomba tapi bukan untuk meniru/menjiplak, tetapi hanya sekedar melihat kerangka, cara penulisan dan pemilihan materi saja lalu Bapak/Ibu guru membuat PTK dengan cara dan prosedur yang hampir sama tetapi dengan materi/metode yang berbeda. Lebih bagus lagi jika merupakan penemuan baru, jadi bukan materi yang berkisar itu-itu saja.
2). Presentasi PTK/Karya Inovatif ( Tes Unjuk Kerja)
Nah, setelah PTK selesai Bapak/Ibu Guru calon peserta guru berprestasi segera membuat bahan presentasi. Biasanya menggunakan Microsoft Powerpoint 2003. Apabila menggunakan Powerpoint 2007 juga bisa tapi lebih pengalaman saya lebih enjoy/nyaman pembuatan dan pemakaian powerpoint 2003 karena penggunaan animasinya lengkap dan lebih mudah dan praktis. Bahan presentasi tidak perlu terlalu panjang dan mendetail, tetapi secara garis besar saja. Hal ini karena waktu presentasi biasanya dibatasi hanya sekitar 10 sampai 15 menit saja. Bahan presentasi ditampilkan yang pokok-pokok saja tetapi sudah bisa menggambarkan isi dari keseluruhan PTK/Karya inovatif yang Bapak/Ibu guru buat.
Kiat :
a). Langkah awal yang bijak adalah segera mempelajari bagaimana menggunakan Microsoft Powerpoint 2003. Semakin lama memakai dan berlatih maka akan semakin mahir dan luwes (agar tidak kaku/canggung). Akan menjadi bahan “guyon” nantinya jika peserta tidak menguasai penggunaan laptop dan powerpoint.
b). Saat lomba seluruh peserta mempersiapkan seluruh materi presentasi beserta alat-alatnya secara mandiri tanpa bantuan orang lain. Hal ini karena ada penilaian tentang “penggunaan media.”Jadi ketika akan presentasi peserta wajib merangkai, membuat koneksi Laptop dan LCD proyektor secara mandiri. Jika peserta gagal membuat koneksi dan LCD proyektor sehingga tidak bisa menampilkan gambar/display, maka peserta mempresentasikan PTK/Karya Inovasinya tanpa menggunakan LCD proyektor tetapi dilakukan secara manual/ceramah biasa. Hal ini tentu saja mengurangi penilaian. Selain justru mempersulit peserta dalam mempresentasikan. Sudah capek-capek membuat persiapan matang di rumah akhirnya gagal ditampilkan secara maksimal gara-gara koneksi laptop dan lcd proyektor terhambat. Sayang kan? Maka di rumah berlatihlah merangkai koneksi antara laptop dan lcd proyektor terutama hubungan kabel-kabelnya, jangan sampai salah jalur.
c). Susunan presentasi yang runtut secara garis besar adalah :
  • Pendahuluan/latar belakang pemilihan judul.
  • Landasan Teori/pengajuan hipotesis.
  • Metodologi Penelitian.
  • Hasil Penelitian dan pembahasan.
  • Penutup/kesimpulan.
d). Buatlah materi presentasi yang sudah jadi dalam bentuk CD. Namun jika tidak memungkinkan bisa disimpan di laptop Bapak/Ibu Guru. Namun Jangan lupa membuat salinan/copyannya ke flashdisc. Hal ini untuk menjaga kemungkinan rusak/corrupt bahan presentasi karena salah pengoperasian atau karena virus computer.
e). Karena PTK yang dibuat benar-benar asli hasil pemikiran Bapak/Ibu Guru, maka usahakan saat presentasi sebisa mungkin menjawab pertanyaan dewan juri secara cepat, tepat dan proporsional sesuai dengan isi PTK. Jawaban yang ragu-ragu akan menimbulkan berbagai pertanyaan susulan dan ketidakpercayaan dewan yuri.
f). Karena waktunya terbatas, maka usahakan menggunakan bahasa yang efektif, singkat namun padat. Usahakan hindari pengulangan dan kata-kata yang tidak perlu.
3). Portofolio
Pembuatan portofolio pemilihan guru berprestasi seperti pembuatan portofolio sertifikasi. Boleh tidak sama, tetapi secara garis besar memang hampir sama. Prosedur dan cara pembuatan portofolio biasanya terlampir dalam juknis pemilihan guru berprestasi. Jika tidak ada Bapak/Ibu Guru bisa pinjam berkas/arsip portofolio teman guru yang sudah sertifikasi. Tinggal isinya disesuaikan dengan kondisi/data Bapak/Ibu Guru sendiri. Pembuatan portofolio usahakan dibuat sendiri agar datanya lebih akurat.
Kiat :
a). Agar nilai portofolio bisa maksimal, usahakan semua SK, ijazah, sertifikat, piagam dan tanda penghargaan semuanya sejak menjadi guru dapat tercantum di dalam portofolio.
b). Agar tidak didiskualifikasi, jangan pernah mencoba menggunakan piagam atau sertifikat palsu. Biarlah sertifikat apa adanya seperti sekarang ini saja. Itu sudah lebih dari cukup.
4). Tes tertulis
Tes tertulis dilaksanakan untuk penilaian unsur kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional. Dilaksanakan secara terpisah/sendiri-sendiri. Bentuk soal terdiri atas : Pilihan ganda (a,b,c,d dan e), jawaban singkan dan uraian/essay.
Kiat :
a). Agar nilai kompetensi pedagogik bisa maksimal, maka Bapak/Ibu Guru wajib menguasai semua unsur-unsur kompetensi pedagogik ( lihat artikel saya: menjadi guru berprestasi).
b). Tes kompetensi pedagogik dapat pula berupa soal uraian/essay. Soalnya paling cuma 10 butir, namun jawabannya bisa sampai 2 halaman folio bolak-balik. Agar memudahkan juri dalam menilai, usahakan tulisan rapi dan jelas terbaca.
c). Tes kompetensi Kepribadian berupa soal pilihan ganda (pilihan a,b,c,d dan e) sejumlah 150 butir soal dikerjakan dalam waktu 60 menit. Jika waktu habis, petugas akan mengambil lembar jawaban peserta walaupun soal belum dikerjakan semua, tanpa pandang bulu. Untuk itu usahakan menjawab dengan cepat dan akurat. Hindari mengulangi membaca soal karena akan buang-buang waktu saja. Hindari bertanya pada peserta lain. Selain gengsi juga karena waktu akan terbuang percuma, rugi kan?
d). Tes Profesional dapat berupa tes number, atau tes numeric tergantung panitia. Bisa juga tes skolastic, psikotes, menggambar dan sebagainya. Maaf penulis tidak dapat menyebutkan lebih rinci lagi karena terikat kode etik (rahasia).
5). Karya Tulis
Karya tulis di sini adalah hasil karya tulis dalam bentuk artikel pendidikan yang dimuat di media cetak/majalah baik berskala regional maupun nasional. Misalnya membuat artikel pendidikan di majalah “Derap Guru, koran Suara Merdeka, Wawasan” dan sebagainya.
Kiat :
a). Agar nilainya bisa maksimal usahakan Bapak/Ibu Guru membuat artikel pendidikan di berbagai media cetak dan tidak hanya sekali. Usahakan pula menulis di media cetak yang sudah mempunyai ISSN. Jika kesulitan maka Bapak/Ibu Guru bisa berlatih menulis dengan membuat blog lewat internet (seperti saya…hehehe).
b). Jangan lupa Majalah yang memuat hasil karya tulis Bapak/Ibu guru difotocopy dan disahkan Kepala Sekolah. Cukup artikelnya saja.
6). Tes Wawancara
Tes wawancara meliputi kompetensi sosial, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional. Soal setiap juri berbeda-beda tergantung kebutuhan, pada umumnya hanya 2 sampai 3 soal. Juri mempunyai kewenangan seluas-luasnya untuk mengembangkan pertanyaan dan tidak dapat diganggu gugat.
Kiat :
a). Agar nilai wawancara dapat maksimal usahakan dapat menjawab semua pertanyaan juri dengan kalimat efektif secara tepat akurat dan logis. Jawaban yang terlalu panjang dan bertele-tele pada umumnya kurang disukai dan kadang malah menyulitkan diri sendiri.
b). Usahakan jawaban dalam wawancara apa adanya dan pencerminan hati dari Pemikiran murni Bapak/Ibu guru. Seandainya melatih siswa dan meraih juara, maka dewan juri tidak segan-segan menyuruh mendemonstrasikan kemampuan Bapak/Ibu guru dalam melatih siswa tersebut. Jika dirasa kurang pas, maka bisa diartikan Bapak/Ibu guru melakukan rekayasa dan manipulasi. Sebaiknya hindari itu. Guru berprestasi tidak diukur dari intelektualnya saja, namun sikap dan kepribadian yang santun, jujur dan berbudipekerti luhurlah yang menjadi acuannya.
7). Persiapan Alat
Pada saat hari “H” pemilihan guru berprestasi kelengkapan alat sangat membantu kinerja peserta guru berprestasi. Perlengkapan yang kurang akan mempengaruhi cara kerja, waktu dan tenaga. Sehingga pemanfaatan waktu menjadi kurang efektif dan efisien. Perlengkapan apa sajakah yang harus dipersiapkan?
a). Laptop dan flashdisc (penyimpan data)
Dalam pemilihan guru berprestasi pengadaan laptop mutlak diperlukan. Panitia biasanya hanya menyediakan lcd proyektor, peserta membawa laptop sendiri-sendiri. Flashdisc merupakan media penyimpanan data sebagai cadangan dan trafel data. Ukuran 1 Gygabyte sudah mencukupi.
Kiat :
Jika memungkinkan Bapak/Ibu guru bisa meminjam laptop ke teman/kenalan. Tetapi jika kesulitan maka membeli sendiri merupakan suatu tindakan profesional. Laptop secon/bekas pun bolehlah yang penting masih normal. Jika kesulitan memilih laptop karena belum berpengalam maka ajaklah orang/teman yang sudah berpengalaman. Nanti ditraktir ayam goreng pasti amat senang hatinya…dan merekatkan pertemanan…..hehehe.
b). Jangan lupa membawa alat tulis menulis seperti ballpoint, pensil, penggaris, busur, penghapus/tipe ex, dan sebagainya. Usahakan jangan sampai meminjam peserta lain pada saat tes karena akan mengganggu kinerja dan konsentrasi diri sendiri dan peserta lain.
Pemilihan Guru Berprestasi menciptakan figur guru profesional dan bermartabat.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan, bukan karena ingin menggurui tetapi ingin sedikit berbagi. Mudah-mudahan niat saya untuk berbagi ini membawa manfaat bagi Bapak/Ibu guru semua. Pertanyaan, komentar, kritik dan saran membangun amat membantu saya.Terimakasih.





Dokumen MGMP, RPP, Soal Matematika, Media Matematika dalam Microsoft Office Word, Excel, Power Point

10 06 2011

PEDOMAN DIKLAT DAN MGMP

RPP Matematika kls X  SMKN Sebatik Barat

PROGRAM TAHUNAN





KLARIFIKASI : PGRI NUNUKAN AKAN KEMBALI PADA KIPRAHNYA YANG AKHIR-AKHIR INI DIANGGAP PIHAK LUAK AGAKMENYIMPANG

6 06 2011

PERANAN PGRI DALAM PENDIDIKAN
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Nunukan akhir-akhir ini telah menghadapi permasalahan yang sangat DELEMATIS sebagai organisasi profesi yang dimiliki oleh guru yang idealnya dan tepat sebagai wadah untuk meningkatkan profesionalisme guru, mengatasi berbagai masalah yang dihadapi para guru. Kita akui akhir-akhir ini yang dihadapi oleh sebagian besar guru di Nunukan bukan keinginan dari PGRI atau guru-guru. Kita hampir lupa dan kita telah terlena dengan permasalahan yang lalu, marilah kita kembali mengupayakan semaksimal mungkin menjalankan peran, fungsi dan tujuan PGRI sebaik-baiknya. Muhammad gafur salah satu anggota PGRI Nunukan menulis setelah berdiskusi dengan Ketua PGRI dan pengurus aktif PGRI Nunukan baru-baru ini. PGRI Nunukan pada perinsipnya tidak menghendaki terjadi miskomunikasi dengan siapa saja namun akan selalu mengupayakan mengajak kepada para guru dan tenaga kependidikan dapat berperan maksimal dalam menjalankan fungsinya, mengedpan profesionalisme, peningkatan kompetensi yang berdam[ak pada peningkatan mutu siswa dan sekolah. Masalah hak kita dengan sendirinya saudara kita yang ada di dinas pendidikan akan akan memperhatikan kita untuk menyelesaikan dengan baik sebagai tanggung jawab yang telah dipercayakan oleh Pemda Nunukan. Salah satu contoh pembenahan yang sangat positip sekali dan membuatkita salut kepada bapak Ibrahim bendahara Disdik yang baru. Bekerja dengan penuh dedikasi dan prestasi, tidak ada lagi guru menerima gaji di atas tanggal 12 bahkan gaji sudah siap diterima tanggal 1 setiap bulan. Salah satunya dan masih banyak saudara-saudara kita yang di dinas peduli dan tanpa pamrih dalam menyelesaikan hak-hak guru. Semoga saudara-saudara kita yang dulu bekerja tidak profesional akan berubah dengan mengambilhikmah yang terjadi masa lalu. Dilain kesempatan Pak Husin Manu ketua PGRI tetap akan memberikan dukungan, membantu, mendorong anggota PGRI Nunukan tetap dinamis, prospektif dan mampu menjawab tantangan dalam mengcerdaskan anak bangsa. Jangan lupa kita adalah bagian dari pemerintah dalam pelayanan kepada masyarakat, marilah kita bersama-sama mendukung pemerintah daerah yang baru saja dilantik. Insya Allah kedepan kita bersam-sama anggota dan pengurus akan memperbaiki manajemen PGRI, dan kita benahi sekaligus memberikan pemahaman visi/misi PGRI kepada semua anggota, sehingga organisasi berjalan dengan baik dan sejalan dengan apa yang telah menjadi cita-cita pemimpin Nunukan saat ini. Insya Allah kita akan mendampingi dan mendukung demi perubahan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Nunukan.
Konsep organisasi PGRI harus jelas, ada target yang harus kita raih dalam waktu tertentu, misalnya kita harus mempersiapkan siswa dan guru berprestasi di tingkat kabupaten sampai dengan tingkat nasional sebagai tehnisnya, sedangkan dinas pendidikan hanya sebagai fasilitator saja untuk melaksanakan kegiatan. Mungkin saja kegiatan sosial yang nyata, dan masih banyak kegiatan yang harus kita laksanakan sehingga pencitraan PGRI di mata masyarakat bukan hanya mencerdaskan anak bangsa juga berperan dalam kegiatan sosial.
Marilah sudah saatnya kita menjalankan kembali fungsi kita, permasalahan yang lalu kita ambil sebagai pengalaman dan gali hikmah dibalik permasalahan tersebut.
Sebentar lagi kita akan memilih pengurus PGRI Kabupaten, semoga pengurus yang telah dipercaya oleh anggota untuk memimpin organisasi dapat melaknakan tugas dan fungsinya dengan baik demi kemajuan dunia pendidikan di Nunukan dan dengan manajemen tersistem, setiap anggota pengurus melaksanakan fungsinya bukan hanya simbol saja, bahkan tidak jelas yang mana anggota dan yang tidakmau jadi anggota pada saat membutuhkan baru mau berkecimpung tapi kalu tidakmenguntungkan lupa dengan anggota. Pengurus jalankan lah jika siap dan jangan jadi penonton malah tunggu diundang. Organisasi ini adalah organisasi profesi atau organisasi sosial, tidak ada memberikan imbalan finansial atau fasilitas tapi pengabdian untuk semua anggota dan mengajak anggota ikut memajukan organisasi, karena organisasi ini juga untuk semua anggota.
PGRI Nunukan kedepan akan kembali aktif sesuai fungsi dan perannya untuk mendukung pemerintah mengentaskan kebodohan, meningkatkan kualitas pembelajaran, meningkatkan profesionalisme guru, peningkatan kepribadian, sosial. dan jangan lupa kita sudah punya cita-cita yaitu Visi dan langkah-langkah kita meraihnya sudah tertuang dalam misi PGRI dan jangan lupa AD/ART PGRI Nunukan apakah sudah sesuai dengan kondisi Nunukan saat ini. Kalau ada yang harus dibenahi, marilah kita sama-sama ikut serta memperbaikinya. Kalau sudah baik ayo kita sama melangkah. Marilah kita jalankan organisasi dengan pola tersistem dan manajemen yang baik agar organisasi PGRI tetap profesional di mata pemerintah dan masyarakat. Amin…..
HIDUP PGRI
Marilah Kita kembali Mempersatukan semua guru dan tenaga kependidikan di semua jenis, jenjang dan satuan pendidikan guna meningkatkan pengabdian dan peranserta di dalam pembangunan Nunukan.
Mengupayakan dan mengevaluasi terlaksananya peningkatan kualifikasi akademik, sertifikasi, akreditasi, sebagai lisensi bagi pengukuhan kompetensi profesi guru.
Menegakkan dan melaksanakan Kode Etik dan Ikrar Guru Indonesia sesuai peraturan organisasi.

Mengadakan hubungan kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan, organisasi yang bergerak di bidang pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan umumnya dalam rangka peningkatan mutu pendidikan dan budaya

Memelihara, membina persatuan dan kesatuan melalui pengembangan kebudayaan nasional serta memelihara kebudayaan daerah dalam rangka memperkaya kebudayaan nasional.

Memelihara dan mempertinggi kesadaran guru akan profesinya untuk meningkatkan mutu, keahlian, kemampuan, pengabdian, prestasi dan kerjasama.

Memelihara dan meningkatkan mutu keorganisasian PGRI.





Pengembangan Kurikulum SMKN Sebatik

6 06 2011

SMKN 1 Sebatik mengadakan IHT atau In house training mengenai penyusunan Kurikulum. yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini adalah Kepala Dinas Pendidikan bapak Drs. Nizaruddin, sedangkan fasilitator/instruktur pengawas SMK kab Nunukan Sigar Acang dan Muhammad Gafur Kepala SMKN 1 Sebatik Barat. Acara ini diikuti oleh 23 guru dan tentu saja melibatkan 2 orang unsur komite sekolah dan 4 orang unsur Dudi atau kemitraan Sekolah. Pelatihan tersebut dilaksanakan dari tanggal 10 Mei 2010 sd 18 Mei 2010.
Tujuan yang sangat urgen ingin diperoleh adalah model Kurikulum SMKN 1 Sebatik Barat yang benar-benar mencerminkan kebutuhan, menggali potensi daerah dan keunggulan daerah.
Menurut M.Gafur Kurikulum tersebut adalah sebagai suatu pedeoman arah kebijakan pengelolaan sekolah. Mulai visi dan misi, kompetensi yang akan dikembangkan, struktur mata pelajaran, SK-KD, penentuan kenaikan kelas, penentuan kelulusan, bimbingan konseling, peraturan sekolah, muatan lokal, pengembangan diri, unggulan lokal dan semua kegiatan yang ada di SMKN 1 Sebatik Barat ada tertuang dalam Kurikulumnya SMK. Jika ada yang belum tertuang maka akan dijalankan setelah tahun berikutnya diadakan penyusunan atau pengembangan lagi. Semoga dengan adanya pelatihan ini para guru, komite sekolah dan Dudi dapat memahamiarti dari KTSP. dan apa saja komponen yang tercakup didalamnya.

Menurut Kepala dinas pendidikan Nunukan sebagai nara sumber dalam acara tersebut, Ada empat komponen penting dalam pengelolaan pembelajaran di sekolah, yaitu kurikulum, sarana dan prasarana, siswa dan guru. Demikian Kepala Dinas Pendidikan Drs. Nizaruddin ketika membuka dan mengisi jam Pelatihan Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMK Bagi Guru.

Dari keempat komponen itu, lanjut beliau gurulah unsur yang sangat penting dalam menentukan proses pembelajaran yang bermutu. Ada siswa, ada kurikulum, ada sarana tapi kalau gurunya tidak ada, maka siswa tidak mungkin belajar sesuai kurikulum yang direncanakan, demikian pula, ada sarana dan prasarana, bila gurunya tidak ada, lanjutnya maka penggunaan praktik peralatan itu tidak akan maksimal untuk peningkatan kompetensi.

Pelatihan Pengembangan KTSP SMK adalah kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap. Dalam laporannya Kepala SMK, Muhammad Gafur mengatakan, tahap pertama berlangsung 6 hari masih 1 program studi keahlian, yaitu : Agrobisnis Tanaman Perkebunan.
Pada tahap 2 pesertanya yaitu khusus gur SMKN 1 Sebatik saja tidak melibatkan Komite dan Dudi. Semoga tahun mendatang pengembangan kurikulum ini sudah diikuti 3 program keahlian yaitu Agribisnis Perikanan dan Akuntansi.

Hasil yang diharapkan dari Tahap 2 atau kegiatan penyusunan dokumen adalah tersusunnya dokumen, berupa : tersusunnya silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), sehingga ketika pelatihan berakhir mereka sudah mempunyai perangkat dokumen kurikulum untuk dilaksanakan dalam pembelajaran.





SMKN SEBATIK

4 06 2011

KONSEP PENGELOLAAN PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI  1 (SMKN 1) SEBATIK BARAT AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN DENGAN PENDEKATAN PARTISIPATIF MASYARAKAT

A. SEKILAS KONSEP PENGELOLAAN PENDIDIKAN SMKN 1 SEBATIK BARAT

Pengelolaan pendidikan partisipatif  masyarakat merupakan salah satu pendekatan pengelolaan pendidikan yang meletakan peran serta masyarakat terlibat langsung aktif dalam pengelolaan pendidikan atas kesadaran untuk  mencapai keinginan masyarakat itu sendiri sebagai kebutuhan hidup anak didik secara berkelanjutan.

Masyarakat lokal dan pendatang mempunyai akar  budaya yang kuat dan berbeda, mepunyai pola pikir berbeda dan penerapan pengelolaan sumber daya alam dari generasi ke generasi dalam praktek kehidupan tercakup dalam sebuah sistem tradisional. Tentunya penerapan dan pengelolaan yang sangat berbeda antara penduduk lokal dan penduduk yang berasal dari luar daerah dengan memegang  budaya yang kuat biasanya tergabung dalam suatu kepercayaan adat istiadat.

Dengan konsep inilah diawali dengan menyatukan persepsi bahwa pendidikan khususnya Sekolah Menengah Kejuruan Sebatik Barat akan dikelola oleh warga sekolah  berdampingan bersama-sama  masyarakat (kelompok tani)  dan stakeholder seperti Badan Penyuluh Pertanian Peternakan dan kehutanan (BPPPK) , dunia usahadan industri. Dengan melibatkan peran serta masyarakat diharapkan masyarakat baik lokal maupun pendatang, akan mengubah pola pikir dan pola hidup  yang bersifat tradisional menjadi masyarakat transisi dan akhirnya menuju masyarakat modern.

Dengan mengajak keikutsertaan masyarakat peduli tentang pendidikan,  dengan sendirinya masyarakat akan memperoleh transfer ilmu pengetahuan dan ikut serta membentuk jati diri anak didik menjadi generasi yang dapat dihandalkan berperan serta menopang ekonomi keluarga khususnya dan masyarakat di kecamatan Sebatik Barat pada umumnya.

Pendidikan partisipatif  masyarakat dapat juga diartikan pendidikan pembelajaran sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Mulai dini anak didik dikondisikan menjadi calon wirausahawan, dapat membentuk suatu komunitas berbasis unit  usaha dapat menciptakan pasar, unit produksi, koperasi dan sebagainya.

Ciri utama pendidikan SMKN Sebatik Barat antara lain peran sekolah, stakeholder dan masyarakat akan membetuk suatu sistem  sosial yang kuat dalam struktur pengambilan suatu

kebijakan dan keputusan manajerial. Dengan struktur berbasis masyarakat, asumsi bahwa pendidikan SMKN Sebatik Barat akan membangun suatu institusi sosial dan orientasi bisnis (usaha). Dari ciri-ciri tersebut  dengan sendirinya peran serta masyarakat untuk mendapatkan dukungan pihak swasta (investor/perusahaan) baik menengah maupun besar yang ada disekitarnya, akan lebih mudah dalam hal bekerja sama  membangun visi dan misi Sekolah dan mewujudkannya kelak.

Sampai sejauh ini persepsi masyarakat dari pengelolaan pendidikan yang ada belum dapat dirasakan hasilnya,  tampak pada lulusan (Output) dari sekolah kejuruan yang ada di Nunukan belum dapat berbuat banyak dalam memanfaatkan ketrampilan yang diperoleh anak didik setelah mengenyam pendidikan.  Mengatasi permasalahan ekonomi dalam kehidupan tidak sesuai lagi dengan ketrampilan yang dimilki. Bahkan tidak sedikit lulusan SMK yang menjadi pengangguran.

Maka harus ada satu persamaan  pandangan semua pihak, baik pihak sekolah, masyarakat dengan melibatkan stakeholder dan Swasta menjadi kunci utama. Bersama-sama mendefinisikan pendidikan yang diinginkan dengan memberikan suatu aspirasi kebutuhan dan tujuan yang diharapkan membentuk anak didik menjadi generasi yang dapat berperan serta aktif dalam mensejahterakan kehidupan baik secara individual, keluarga dan masyarakat.

Strategi inilah yang harus segera dilaksanakan secara berkelanjutan diharapkan dapat dijadikan suatu kebutuhan dan keinginan yang kuat oleh dan untuk masyarakat, masyarakat ikut melakukan suatu proses membentuk jati diri anak didik menjadi yang berguna untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat bangsa dan negara.

Anak didik sejak dini sejak mengenyam pendidikan diberikan suatu tantangan belajar menciptakan usaha dengan bekal ketrampilan yang diperoleh di SMK, dengan menghasilkan suatu produk baik di sekolah maupun di rumah dengan dukungan dan pengawasan sekolah dan melibatkan orang tua siswa dan masyarakat. Semua pihak ikut serta membentuk suatu komunitas juragan kecil (anak didik) dalam mengelola unit produksi dengan berorientasi pada kebutuhan masyarakat (Menciptakan pasar).

Salah satu komunitas yang telah terbentuk pada  bulan april 2011  adalah Taruna Tani Kecamatan Sebatik Barat. Taruna Tani Sebatik Barat merupakan kelompok pemuda tani yang beranggotakan siswa dan alumni SMKN 1 Sebatik barat yang mempunyai peran sama dengan kelompok tani pada umumnya dibawah naungan binaan guru SMKN 1 Sebatik Barat dan PPL. Komunitas tersebut bergerak dibidang perkebunan, dengan mempersiapkan program kerja dimulai dari penyiapan lahan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, perawatan, rencana produksi dan rencana pemasaran. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Sekolah.

Kelebihan dari strategi pendidikan SMK Negeri Sebatik Barat dengan partisipasi  masyarakat antara lain:

1. Mewujudkan keinginan orang tua (masyarakat) membentuk jati diri anak didik.

2. Mendorong dan merefleksikan kebutuhan masyarakat lulusan berbasis kerja dan wirausaha

3. Meningkatkan peran serta semua pihak, pemerintah, sekolah, masyarakat, stakeholder dan swasta.

4. Responsif dan rasa percaya diri untuk memilki institusi pendidikan oleh masyarakat

5. Menciptakan efisiensi kerja dan  bantuan finansial pemerintah

6. Masyarakat termotivasi untuk memperoleh transfer pengetahuan dan memanfaatkan SMK menjadi pusat pendidikan dan pelatihan masyarakat.

7.Adanya kolaborasi antara pihak sekolah dan petani tradisional dalam mengembangkan pertanian dan     perkebunan.

8. Warga sekolah, orang tua siswa, masyarakat, PPL akan melakukanaktivitas usaha bersama dalam mengelola lahan pertanian dan perkebunan, yang saling menguntungkan.

Dengan pola pengelolaan pendidikan melibatkan secara langsung  masyarakat dengan sistem manajemen terbuka dan transfaran SMKN Sebatik Barat diharapkan kedepan menjadi sentral pembangunan pendidikan masyarakat khususnya di Kecamatan Sebatik Barat dan umumnya masyarakat sekiatarnya.  Dengan berinteraksi SMKN Sebatik Barat secara internal dan eksternal (lingkungan sekitarnya) akan terjadi perubahan perilaku warga sekolah dan masyarakat terhadap kearifan pengelolaan kekayan alam sekiatarnya.

B. ASPEK HUKUM DAN KEBIJAKAN

Berbicara tentang pendidikan tidak terlepas dari bebepa peraturan perundang-undangan yang melandasi konsep partisipatif masyarakat antara lain :

1.Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan

3. Peraturan pemerintah Nomor 19 Tahun 2006  Tentang  Standar nasional pendidikan.

4. Peraturan Menteri  Nomor 22 Tahun 2006  Tentang Standar isi

5. Peraturan Menteri  Nomor 23 Tahun 2006  Tentang Standar Proses

6. Peraturan Menteri  Nomor 24 Tahun 2006  Tentang  Pelaksanaan Permen No 22 dan 23

Dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional  pada Bab I  Pasal 1 dan ayat 16  menyatakan  Pendidikan berbasis masyarakat adalah penyelenggaraan pendidikan berdasarkan kekhasan agama, sosial, budaya, aspirasi, dan potensi

masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari, oleh, dan untuk masyarakat.   Dari  isi  undang-undang tersebut yang menitik beratkan pengelolaan pendidikan dengan melibatkan masyarakat  dengan meoptimalkan keunggulan lokal.  Peran serta masyarakat juga diatur  dalam Bab IV Hak dan Kewajiban warga Negara, Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah yaitu pada bagian ketiga Pasal 8 Masyarakat berhak berperan serta dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi program pendidikan  dan  Pasal 9 Masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan.

B. PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN PENDIDIKAN SMKN SEBATIK BARAT

Prinsip dasar dalam pengelolaan Pendidikan dengan Partisipasi Masyarakat yaitu :

1. Aktor utama adalah warga sekolah dengan melibatkan peran serta masyarakat.

2. Pengelolaan pendidikan dikontrol langsung baik warga sekolah maupun  masyarakat dalam hal kegiatan praktek lapangan,  untuk  mewujudkan  proses pembelajaran  usaha anak didik baik jangka pendek maupun  proses pembelajaran  usaha  Jangka     panjang   dan membentuk jati diri anak didik menjadi calon juragan (calon wira  usaha).

3. Bukan hanya orang tua siswa yang menyiapkan lahan pengembangan usaha namun masyarakat diharapkan ikut serta  menyiapkan lahan usaha bersama, dengan pengelolaan secara bersama-sama     yang saling menguntungkan

4. Warga sekolah bersama masyarakat mengupayakan memperoleh bibit tanaman buah semusim dan Hortikultura sebagai usaha jangka pendek dan komoditi perkebunan unggulan selain sawit seperti budidaya durian muntuk, karet, kakau, kopi, lada, dan sebagainya yang merupakan usaha   jangka panjang.

5. Warga sekolah, Masyarakat dan orang tua siswa menyiapkan Modal usaha bersama, dengan Memanfaatkan bantuan  dan  bekerjasama  dengan  pemerintah terkait, investor dan perusahaan sekitarnya atas fasilitator SMK    dan  pemerintah kecamatan.

6. Keterbukan  dalam setiap kegiatan

7. Keterbukaan pihak sekolah dalam penyusunan RAPBS

8. Meminta saran dari masyarakat dalam  menyusun Rencana Pengembangan SMKN Sebatik Barat

9. Pelaporan penggunaan anggaran melibatkan masyarakat termasuk komite sekolah.

10.Masyarakat dilibatkan dalam monitoring dan evaluasi perencaaan, pelaksanaan dan hasil yang dicapai dalam kegiatan pembelajaran, terutama peningkatan kompetensi anak didik.

Hikmah yang dapat diambil dari sistem pendidikan berbasis masyarakat, antara lain :

1. Masyarakat mengetahui kebutuhan sekolah

2. Masyarakat Ikut membantu sekolah dalam mencari dan melakukan solusi permasalahan kebutuhan     sekolah

3. Rasa kepercayaan untuk memilki.

4. Rasa kepercayaan untuk mencapai visi dan misi sekolah

5. Ikut mendukung terwujudnya kondisi anak didik yang diharapkan dimasa akan datang

6. Komunikasi dan pembinaan SMK dan masyarakat berjalan secara berkelanjutan

7. Bersama masyarakat ikut menciptakan pasar (produk siswa yang unggul)

 C. SISTEM PENGELOLAAN PENDIDIKAN

Sistem pengelolaan pendidikan, menawarkan secara teknis sangat sederhana dan mudah diimplementasikan oleh masyarakat khususnya orang tua peserta didik. Kegiatan pembelajaran dilapangan (praktek lapangan perlu adanya kontrol dan pengawasan bersama).

Kegiatan ini memaksimalkan peningkatan mutu keahlian peserta didik dan membiasakan diri untuk melakukan kegiatan dilapangan secara rutin sesuai waktu yang telah ditentukan.

Pendidikan diperoleh peserta didik di sekolah akan diterapkan langsung di rumah dan dijadikan suatu usaha. Usaha yang dimaksud dibedakan menjadi dua sesuai dengan kompetensi (ketrampilan) yang diperoleh di sekolah yaitu  1) usaha jangka pendek 2)usaha janhgka panjang.

1) Usaha jangka pendek, adalah salah satu pengembangan muatan lokal, dapat berupa budidaya buah  semusim dan hortikultura seperti budidaya sayur-sayuran, tomat lombok, buah melon, semangka,    palawija, pengolahan hasil pertanian menjadi bahan siap saji, pengolahan hasil perikanan dan sebagainya.

Peserta didik baik secara individu maupun kelompok menciptakan suatu usaha.  Secara kolektif SMK akan menciptakan pasar dengan mengembangkan unit produksi dengan jeli membaca kebutuhan  masyarakat dan perusahaan-perusahaan disekitarnya.

Diharapkan sejak dini peserta didik telah tertanam jiwa ber wira usaha,  memilki usaha sendiri dan   nantinya setelah mengenyam pendidikan di SMK peserta didik telah mempunyai usaha sendiri dan  siap untuk mengembangkan. Tidak mustahi suatu saat nanti lulusan SMK Sebatik Barat akan menjadi  juragan kecil melayani masyarakat sekitarnya.

2).Usaha Jangka panjang adalah salah satu pengembangan kompetensi kejuruan yang diperoleh anak  didik selama mengenyam pendidikan di sekolah, selain perkebunan sawit yang telah dimilki oleh  warga  Sebatik Barat  diharapkan setiap anak didik juga mempunyai usaha lain berupa komoditi perkebunan unggulan. Komoditi perkebunan unggulan nantinya

disesuaikan kebtuhan pasar kedepan. Komoditi    tersebut  Dapat   berupa buah tahunan kopi, durian, lada, koko dan lain sebagainya. Diharapkan    kedepan    menjadi satu keunggulan lokal.

Dengan konsep pendidikan berbasis masyarakat, pihak sekolah dan masyarakat bersama-sama   menyiapkan lahan budidaya komoditi perkebunan unggulan.

Setiap Peserta didik  secara individu maupun kelompok begitu juga dengan masyarakat bersama-sama menciptakan suatu  usaha jangka   panjang   memanfaat lahan sekolah maupun lahan usaha     warga untuk memilki perkebunan komoditi unggulan.

Dalam waktu 4 tahun kedepan, kecamatan Sebatik Barat diharapkan mempunyai suatu produk unggulan  dengan sendirinya terjadinya peningkatan ekonomi masyarakat dan menambah peningkatan pendapat    asli daerah.

D. PENDEKATAN MASYARAKAT  DALAM PROSES PEMBELAJARAN

Proses pengelolaan pendidikan berbasis masyarakat  diharapkan model pengelolaan pendidikan yang berkesinambungan dan tersistem.

1. Pengenalan Program

Koordinasi, penyampaian tujuan, visi, misi dan hasil yang diharapkan kepada masyarakat merupakan satu hal pokok yang sangat penting dan perlu menjadi perhatian masyarakat sebelum memulai pelaksanaan pendidikan SMKN 1 Sebatik Barat, diharapkan nantinya akan menemukan satu persepsi kedepan terhadap target lulusan peserta didik yang diingini masyarakat.

Hal tersebut dilakukan agar program yang direncanakan tidak menimbulkan permasalahan baru berupa penekanan tingkat pemberdayaan lulusan di masyarakat. Berdampak fatal jika tidak terjadi perubahan pada lulusan SMK dalam menekan angka pengangguran. Dengan mengetahui keinginan masyarakat, mengetahui sosial budaya maka akan lebih mudah mengatur strategi melaksanakan program berdampingan (bersama) dimasa akan datang.

2. Melakukan pendekatan perorangan dan kelembagaan kepada tokoh masyarakat, aparat desa dan pemerintahan kecamatan

Pendekatan ini sangat penting sekali mengingat perjalanan proses pembelajaran akan terjadi bukan hanya di sekolah melainkan juga diluar sekolah (di masyarakat). Dengan pendekatan perorangan dan kelembagaan untuk dapat dukungan dan melibatkan stakeholder, PPL perkebunan dan petani tradisional sebagai dampingan proses dilapangan untuk mengembangkan program yang sudah ditentukan. Dukungan tokoh masyarakat ini biasanya akan memperlancar proses pendampingan, karena masyarakat pedesaan mempunyai ketergantungan yang sangat tinggi terhadap tokoh masyarakat dan pemerintahan

3. Hidup berdampingan antara Warga SMKN 1 Sebatik Barat dengan masyarakat

Menyatu dan meleburkan diri bersama masyarakat sangat membantu pendampingan untuk memahami lebih dalam program pembelajaran yang ingin dilaksanakan. Selain itu warga sekolah dengan intensif menanamkan rasa kepercayaan, bahwa keberhasilan pendidikan ini adalah untuk mengubah perilaku peserta didik menjadi generasi yang bermanfaat dan berpartisipasi dalam pembaNgunan, untuk diri sendiri, keluarga,  masyarakat bangsa.

4. Melakukan pengkajian potensi

Melakukan pengkajian potensi kondisi pedesaan  yang dimilki di masyarakat sebagai faktor pendukung proses pendidikan merupakan upaya menggali informasi tentang segala potensi yang ada sebagai landasan partisifatif, kemudian diharapkan dengan adanya potensi dapat diberdayakan untuk peserta didik. Potensi yang diharapkan dapat berupa lahan usaha, petani yang berhasil membudidayakan tanaman dan sebagainya.

Dari informasi yang telah dikumpulkan  akan diseminarkan atau dilokakaryakan pada warga sekolah, untukmenyusun rencana tindak lanjut pembelajaran  pengembangan komoditi perkebunan oleh taruna tani.

5. Lokakarya Sekolah (LS) / Seminar Sekolah

a. Melengkapi informasi yang diperoleh

b. bahan menyusun dan membuat rencana kegiatan taruna tani.

c. Memfasilitasi guru dan taruna tani  untuk mengantisifasi mengatasi permasalahan yang dihadapi

Hasil yang diperoleh dai LS adalah rencana kegiatan pembelajaran peningkatan kompetensi keahlian peserta didik, dengan mengutamakan skala prioritas kegiatan.

Dalam proses penyusunan rencana, harus benar-benar mampu bermakna sebagai proses pembelajaran anak didik sebagai bagian dari masyarakat untuk membedakan keinginan dan kebutuhan yang terjadi di masyarakat (petani). Hal ini menjadi sangat penting tersusun rencana yang merupakan suatu kebutuhan, rencana yang sebenarnya akan ingin dilaksanakan dan dicapai  menjadi suatu strategis dan  menjawab permasalahan di tengah masyarakat.

5. Rencana tindak lanjut

Rencana tindak lanjut meliputi penyusunan rencana strategis pengembangan pendidikan kedepan, akan ada satu kesepakatan pihak sekolah, komite sekolah, masyarakat, perangkat desa pemerintah kecamatan dan melibatkan dunia usaha dan indistri yang ada diwilayah tersebut.

Mengingat keterbatasan yang dimilki sekolah maka diharapkan adanya dukungan berbagai aspek untuk memenuhi tingkat pelayanan kebutuhan pendidikan.

Rencana tindak lanjut meliputi  penyusunan langkah kerja meliputi manajemen pelaksanaan kegiatan yang telah disepakati dalam diskusi bersama, trmasuk pembentukan taruna  tani, proposal yang akan diajukan ke dinas terkait seperti dishutbun.

6. Pembentukan Taruna Tani

Pembentukan taruna tani dilakukan oleh pemuda tani yaitu siswa dan alumni SMKN 1 Sebatik Barat dengan arahan guru produktif sebagai penanggung jawab kegiatan, karena pada dasarnya mereka mereka sangat mengenal karakteristik dari tujuan pencapaian kompetensinya dengan demikian diharapkan program yang akan dilaksanakan  dapat berjalan sesuai dengan harapan. Pembentukan taruna tani untuk mempermudah proses pembelajaran  dan pendampingan dengan kelompok tani yang ada di masyarakat.

Pelaksanaan pengorganisasian ini sedapat mungkin mengarah kepada persepektif Gender dengan melibatkan laki-laki dan perempuan dalam setiap kegiatan yang akan dilaksanakan. Selama ini peran perempuan dalam sektor pertanian  kurang dilibatkan dalam pengembangan sector pertanian.

8. Penyuluhan dan bimbingan

Sistem budidaya perkebunan dan pertanian yang dikembangkan oleh masyarakat Sebatik dengan didampingi oleh penyuluh lapangan dibawah BPPPK Kecamatan sebatik, diharapkan akan dapat berdampingan dengan guru SMKN 1 Sebatik dalam membimbing peserta didik, diharapkan secara perlahan warga sekolah dapat mengadopsi system pengolahan pertanian yang secara mendasar telah dimiliki oleh masyarakat. Kegiatan pendampingan ini akan dilaksanakan satu kali kunjungan (pertemuan bersama) pada kelompok tani dalam dua minggu dan pelaksanaan praktek lapangan selama tiga bulan dalam satu tahun pelajaran.

Bahan penyuluhan dan bimbingan kepada peserta didik diwilayah pertanian masyarakat disesuaikan dengan kondisi riil petani mulai penyiapan lahan, bibit, perawatan, penggunaan pupuk, panen dan paska panen.

9. Uji Coba Peserta Didik bersama guru, kelompok tani dan PPL

Ketika peserta didik dibekali dengan konsep dan pengetahuan serta ketrampilan bidang pertanian tahap berikutnya yang perlu dikembangkan adalah uji coba (penelitian) pada grendhouse sekolah dengan difasilitasi oleh guru produktif, kelompok tani dan PPL.

Dalam tahap ini hal penting yang perlu diperhatikan adalah  proses pembelajaran dilakukan secara berkelompok dengan melakukan suatu tindakan perlakukan pada proses pertanian yang berbeda. Sehingga diharaapkan hasil perlakuan yang berbeda terhadap proses pertanian akan menghasilkan unggulan  yang efektif dan seefisien mungkin dari hasil pertanian tersebut.

Taruna  tani akan mencatat proses tersebut  dan nantinya akan dapat membandingkan antar kelompok. Cara membandingkan ini dilakukan dengan berbagai cara alternatife cara yang dilakukan antara lain :

  1. Setiap kelompok (taruna) tani dibimbingkan dan diarahkan melakukan dua pola yang berbeda nanti hasil akhirnya akan dibandingkan. Misalnya :
  1. Membuat plot menggunakan system tradisional
  2. Membuat plot dengan Kontrol (perlakuan)
  1. Taruna tani diarahkan untuk melakukan system manajemen penelitian  yaitu berupa pola catatan, pengamatan. Hasil pencatatan secara periodic akan dianalisis bersama-sama baik taruna tani, guru, kelompok tani dan PPL sehingga secara bersama-sama akan mengetahui perbedaan perkembangan tanaman di masing-masing plot dan akhirnya akan mengetahui kelebihan dan kekurangan. Dengan adanya kegiatan ini diarahkan taruna tani mampu menyerap pembelajaran diharapkan  menjadi taruna tani  peneliti atau peneliti bidang pertanian dimasa mendatang.

10. Pembentukan Tim Monitoring Kegiatan Sekolah

Pembentukan komite sekolah tersebut sedapat mungkin melibatkan tokoh masyarakat karena pada dasarnya mereka lebih mengenal karakteristik dari masing-masing anggota masyarakatnya. Pembentukan komite sekolah tersebut dengan pertimbangan untuk mempermudah proses pembelajaran baik didalam sekolah maupun diluar sekolah.

11. Pelaksanaan Monitoring dan evaluasi

Dalam tahap ini masyarakat (komite sekolah) perlu diajak bersama-sama melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi untuk mengetahui sejauhmana perkembangan peserta didik, masalah, maupun keberhasilan. Kegiatan ini sangat penting sekali agar pemecahan masalah dapat

dilakukan secara bersama-sama. Monitoring dilakukan secara intensif oleh pendidik dan masyarakat dampingan, peran serta pendamping akan di kurangi ketika para pendidik dan  peserta didik sudah mampu  melaksanakan program yang diinginkan.

Penyebaran pembelajaran budidaya pertanian dan perkebunan pada lahan sekolah dan masyarakat yang dilkukan peserta didik,  kolaborasi  pembimbingan dan pengamatan secara langsung antara  guru produktif SMK, kelompok tani dan PPL sangat menyentuh kebutuhan masyarakat yang dibutuhkan dalam pengembangan pertanian. Dalam setiap kunjungan secara intensif pendidik,  pendampingan dan peserta didik saling diskusi memcahkan maslah yang dihadapi. Selain itu kunjungan tersebut memberikan semangat dan dorongan bagi peserta didik dan pendampingan  untuk selalu belajar sekaligus sebagai transformasi informasi pengetahuan. Dengan kegiatan ini peserta didik dapat belajar dengan petani tradisional yang telah berhasil dan pendidik (Guru pertanian) dan PPL tentang metode-metode mengenai sistem budidaya pertanian.

Selain itu antara taruna tani (kelompok ) peserta didik akan saling melakukan kunjungan belajar untuk melihat secara langsung praktek yang terjadi di lapangan, sehingga peserta didik dapat membandingkan keberhasilan dan kegagalan sistem budidaya pertanian yang dikembangkan yang menjadi sasaran kunjungan budidaya pertanian yang telah dikembangkan peserta didik.

12. Pemantapan Jati Diri Peserta Didik

Ketika peserta didik sudah mulai mengadopsi atau menerapkan sistem pertanian berkelanjutan, proses pembentukan wirausahawan peserta didik akan dibentuk. Proses pembelajaran ini dapat dikatakan berhasil bila peserta didik  mampu menerapkan secara berkelanjutan. Peserta didik dapat mengasilkan suatu produk pertanian yang mempunyai nilai jual. Pihak sekolah bersama masyarakat akan mencari strategi mengkondisikan peserta didik sebagai pelaku usaha.

Pihak sekolah dan masyarakat memfasilitasikan untuk dapat bekerjasam dengan pihak lain baik secara internal maupun internal seperti dunia usaha dan industri, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, bersama-sama menciptakan pasar dan menyalurkan hasil prduksi peserta didik.

Peserta didik diharapkan dapat berinteraksi langsung dengan dunia usaha dengan mengembangkan unit produksi dan koperasi. Dengan demikian akan memudahkan tumbuhnya jiwa wira usaha peserta didik selama mengenyam pendidikan di SMK.

E. PENGEMBANGAN  PERTANIAN DAN PERKEBUNAN BERSAMA MASYARAKAT

Dibeberapa desa dan wilayah baik Sebatik Barat maupun Sebatik Induk, budidaya pertanian dan perkebunan  banyak dilakukan didaerah dataran tinggi. Lokasi ini dipilih  tanahnya sangat subur dan dekat dengan lokasi tempat tinggal mereka. Lokasi budidaya yang lain biasa digunakan masyarakat adalah daerah dataran rendah yang datar dekat dengan sumber air.

Dengan cara budidaya yang maju , produktivitas pertanian juga relatif tinggi. Jika kita bandingkan dengan masyarakat pada kecamatan lain yang ada di luarv pulau Sebatik, sistem budidaya pertanian yang dikembangkan masih sangat tradisional pada peningkatan produktivitas hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan belum menuju pada pemasaran  yang luas.

Dengan kondisi seperti inilah melalui pendidikan berbasis masyarakat sebagai  proses pendampingan, akan terjadi komunikasi warga sekolah, masyarakat  dalam transfer pengalaman dan pengetahuan.

Sebelum tahun 1990, budidaya pertanian dan perkebunan kurang diminati dan ada kelompok warga yang tidak pernah melakukannya. Masyarakat lebih tertarik dengan usaha dagang ke

Malaysia dan  penebangan kayu yang menghasilkan uang dalam jumlah banyak dalam waktu singkat. Kondisi politik dan kondisi hutan pada saat itu masih memungkinkan untuk kesempatan bagi masyarakat memperolah penghasilan yang melimpah. Namun saat ini kondisi sudah jauh berbeda, maka sudah saatnya melalui pendidikan SMK inilah akan mengubah pola pikir generasi muda yaitu peserta didik untuk memanfaatkan lahan dalam budidaya pertanian dan perkebunan.

Perlu adanya pendekatan persuasif secara intensif, untuk mengajak bersama-sama secara berdampingan mengolah lahan yang belum dimanfaatkan.

F. GREND HOUSE

Grand house milik sekolah sebagai tempat penelitian pertumbuhan bibit komoditi dan sebagai tempat melakukan persiapan media untuk pembibitan salah satunya berupa polybag berupa plastik berisi tanah humus. Beberapa perlakuan penyemaian bibit agar cepat pertumbuhannya kemudian hasil penyemaian akan disiapkan untuk ditanam pada lahan yang telah disediakan, baik itu dilahan sekolah maupun dilahan milik siswa dan warga.

G. SISTEM PENGOLAHAN LAHAN

Dengan mempertimbangkan kondisi lahan dan potensi lahan yang ada, model budidaya tanaman dikembangkan sebagai berikut :

a. Sistem Petak Tanaman agro (jangka pendek) dan tanaman komoditi (jangka panjang)

Dimana setiap sela tanaman keras (komoditi perkebunan pilihan : durian, kopi dsb) merupakan petak tanaman semusim, tanaman keras merupak titik jalur petak. Sistem ini dinamakan pola tanaman tumpangsari. Pada sistem ini, penyiapan lahan dilakukan dengan pembersihan total keseluruhan areal kebun, kemudian dilakukan penataan petak.

b.Sama dengan poin a di atas tumpangsari pada tanaman Sawat, namun titik petak tidak berada simetris pada pohon sawit.

c. Sistem petak jalur tanaman

Sistem ini dikhususkan pada usaha jangka pendek yaitu pada agro pertanian, pada sistem ini penanaman jenis tanaman tidak dilakukan dengan tumpangsari, melainkan dengan sistem pembagian petak untuk setiap jenis tanaman. Dengan melakukan pembersihan lahan secara total.

F. PEMASARAN HASIL PRODUKSI

Sebagai gambaran pemasaran hasil pertanian masyarakat, dilakukan oleh petani sendiri dan pengumpul lokal pada umumnya kegiatan pemasaran telah dilakukan oleh warga eks Transmigrasi pada tingkat lokal, desa tetangga, dan perusahaan sekitarnya.

Harga produksi pertanian selama ini masih ditentukan oleh pedagang pengumpul dan selisihnya cukup jauh. Karena hasil produksi sangat terbatas (minim)

Sejalan dengan itu perlu adanya suatu konsep pemasaran hasil produk siswa dan masyarakat pendampingan  kedepan berupa hasil pertanian  yang maksimal dengan pertimbangan jumlah barang produksi terbatas (sedikit) tidak akan dapat dipasarkan, sebaliknya jumlah produksi maksimal dapat dipasarkan sendiri tanpa melalui pedagang pengumpul. Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal dan didistribusikan ke perusahaan sekitarnya bahkan keluar daerah seperti Kecamatan Lumbis, Kabupaten Malinau bahkan ke Nunukan, dengan melakukan sendiri tanpa diberikan pada pihak kedua. Peserta didik dilatih melakukan suatu aksi pasar tersebut dengan menghidupakan unit produksi  SMK Sebatik Barat sejenis koperasi sekolah.

II  HASIL PENERAPAN PEMBELAJARAN SMKN SEBATIK BARAT

 DAMPAK SOSIAL INDIVIDU PESERTA DIDIK DAN MASYARAKAT DIHARAPKAN :

  1. Peserta didik setelah menerima ilmu dan kompetensi keahlian terbantu mengimplementasikan dalam kehidupan.
  2. Terwujudnya pembentukan jati diri siswa sebagai calon wira usaha
  3. SMKN Sebatik Barat dijadikan media berinteraksi untuk saling tukar menukar informasi, pengetahuan dan pengalaman oleh warga sekolah, orang tua peserta didik dan masyarakat dalam mengembangkan pertanian dan perkebunan.
  4. Peserta didik dan masyarakat akan termotivasi untuk lebih meningkatkan usaha tani sebab sektor pertanian apabila berhasil dapat menjadi sumber mata pencahrian hidup sehingga dapat terwujudnya kesejahteraan sosial.
  5. Dengan penerapan pendampingan ini, diharapkan kolaborasi petani tradisional dengan guru SMK yang memilki kompetensi keahlian pertanian, akan saling membagi pengalaman dan pengetahuan dalam peningkatan produktivitas dengan pengolahan lahan dengan teknologi

6. Adanya pengetahuan penggunaan bahan kimia dan buatan pada pertanian

DAMPAK EKONOMI  INDIVIDU PESERTA DIDIK DAN MASYARAKAT          DIHARAPKAN :

  1. Usaha jangka pendek, setiap peserta didik individu atau kelompok diwajibkan mempunyai usaha budi daya pertanian sendiri baik lahan sendiri maupun dilahan masyarakat. Kegiatan ini dijadikan rutinitas, untuk memperoleh nilai pencapaian ketuntasan minimal sebagai syarat kenaikan kelas.
  2. Peserta didik bersama-sama masyarakat melakukan pemasaran produksi pertanian melalui unit produksi SMKN Sebatik Barat, dengan bagi hasil yang saling menguntungkan. Hal ini secara langsung berpengaruh meningkatkan pendapatn masyarakat termasuk didalamnya adalah  peserta didik.
  3. Dengan adanya kolaborasi Sekolah dan masyarakat tradisional, masyarakat dapat menekan biaya produksi, karena teknik penggunaan bahan-bahan bersifat organik mudah dilakukan dan tersedia dilapangan.  Termasuk bahan pestisida, pupuk dan sebagainya.
  4. Peningkatan pemanfaatan lahan tumpangsari milik warga, merupakan sitem pertanian yang efektif dan efisien.




SELEKSI GURU BERPRESTASI NUNUKAN KALTIM

4 06 2011

Seleksi Guru Berprestasi

Hanya Sebagai Renungan, jika anda berminat maju dalam seleksi Guru Berprestasi melalui tulisan ini mungkin anda sedikit mendapatkan gambaran. Menurut apa yang sudah pernah saya alami kondisi taun 2009. Kondisi tahun ini sangat menguntungkan, karena hanya dibatasi pada guru yang bertugas di daerah KHUSUS.
Guru Berprestasi adalah guru yang memiliki kinerja melampaui standar yang telah ditetapkan oleh satuan pendidikan, yang mencakup kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, kompetensi sosial dan mampu menghasilkan karya inofatif yang diakui baik pada tingkat daerah, nasional dan/atau internasional; dan secara langsung membimbing peserta didik hingga mencapai prestasi di bidang intrakurikuler dan/atau ekstrakurikuler.
Menjelang bulan Mei setiap tahunnya selalu diadakan kompetisi antar guru se-Indonesia dalam Pemilihan Guru Berprestasi mulai  dari tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten, provinsi dan final di tingkat nasional. Adapun puncak dari kegiatan tersebut adalah diserahkannya piala dan penghargaan bagi para pemenang pada tanggal 2 Mei tepat saat peringatan Hari Pendidikan Nasional. Pemilihan Guru Berprestasi menjadi ajang kompetisi positif dan sharing antar peserta dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme mereka. Lalu hal apa saja yang menjadi  materi lomba guru berprestasi?
Sifat
1. Pemilihan guru berprestasi ini bersifat kompetitif dan bukan berdasarkan pemerataan. Masing-masing guru yang memenuhi kriteria berhak mengikuti program ini.
2. Pemilihan guru berprestasi dilaksanakan secara objektif (mengacu pada proses penilaian dan penetapan predikat guru berprestasi dan dilaksanakan secara impartial,non diskriminatif serta memenuhi standar penilaian), transparan (mengacu pada proses yang memberikan peluang   kepada semua pemangku kepentingan untuk memperoleh akses informasi tentang penilaian dan penetapan predikat guru berprestasi sebagai suatu sistem yang meliputi masukan,proses dan hasil penilaian), akuntabel (penilaian dan penetapan predikat guru berprestasi dapat dipertanggungjawabkan kepada semua pemangku kepentingan pendidikan baik secara akademik maupun administratif.
Peserta
1). Kelompok  guru tingkat satuan pendidikan TK ( guru TK /Raudhatul Athfal/ Bustanul Athfal/TK Luar Biasa. 2). Kelompok guru tingkat satuan pendidikan SD ( guru SD/MI/SDLB). 3). Kelompok guru tingkat satuan pendidikan SMP (guru SMP/Mts/SMPLB). 4).Kelompok guru tingkat satuan pendidikan SMA (guru SMA/SMK/MA/SMA Luar Biasa).
Kriteria
1). Guru unggul/mumpuni dilihat dari kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Subkompetensi masing-masing kompetensi disajikan pada bagian penilaian. (a). Kompetensi Pedagogik tercermin dari tingkat pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. (b). Kompetensi Kepribadian tercermin dari kemampuan personal berupa kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa serta menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat dan berakhlak mulia. (c). Kompetensi Sosial tercermin dari kemampuan berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar. (d). Kompetensi Profesional tercermin dari  tingkat penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam baik materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi  keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan struktur dan metodologi keilmuannya.
2). Guru yang menghasilkan karya kreatif atau inovatif melalui :  a. Pembaruan (inovasi) dalam pembelajaran atau bimbingan. b. Penemuan teknologi tepat guna dalam bidang pendidikan. c. Penulisan buku fiksi/nonfiksi di bidang pendidikan atau sastra Indonesia dan sastra daerah. d. Penciptaan karya seni; atau e. Karya atau prestasi di bidang olah raga.
3). Guru yang secara langsung membimbing peserta didik hingga mencapai prestasi di bidang intrakurikuler dan/atau ekstrakurikuler.
Persyaratan
1). Guru yang berstatus PNS/Non PNS serta tidak mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah atau dalam proses pengangkatan kepala sekolah, atau transisi alih tugas ke unit kerja lainnya. 2). Aktif melaksanakan proses pembelajaran /bimbingan dan konseling. 3). Belum pernah dikenai hukuman disiplin atau tidak dalam proses pemeriksaan pelanggaran disiplin. 4). Masa kerja sebagai guru secara terus menerus sekurang-kurangnya 8 th. 5). Bukti prestasi yang dicapai ditulis dalam bentuk karya tulis/laporan yang telah disyahkan oleh kepala sekolah. 6). Bukti partisipasi dalam kemasyarakatan berupa surat keterangan atau bukti fisik lainnya yang telah disyahkan kepala sekolah. 7). Menyusun portofolio bagi guruTK/SD/SMP/SMA atau sederajat yang meraih Pemenang I di sekolah yang akan mengikuti seleksi di tingkat selanjutnya. 8). Guru-guru yang pernah meraih predikat guru berprestasi peringkat I,II,III tingkat nasional tidak diperkenankan mengikuti program ini. 9). Guru-guru yang pernah meraih predikat guru berprestasi peringkat I,II,III di tingkat provinsi dapat mengikuti program ini setelah 5 tahun. 10). Mempunyai beban kerja minimal 24 jam tatap muka perminggu atau ekuivalen.
Acuan Penilaian
Tingkat  Kecamatan
(1).Profesional : tes tertulis, wawancara, portofolio. (2).Pedagogik : wawancara, portofolio. (3).Kepribadian : wawancara. (4).Sosial : wawancara. (5).Karya kreatif/ inovatif : wawancara, portofolio. (6)Hasil Pembimbingan : wawancara, portofolio.   
Tingkat Kabupaten
(1).Profesional : tes tertulis,unjuk kerja,wawancara,portofolio. (2).Pedagogik : tes tertulis,unjuk kerja,wawancara,portofolio. (3).Kepribadian :  tes tertulis, wawancara, observasi. (4).Sosial :  tes tertulis,wawancara,observasi. (5).Karya kreatif/inovatif :  wawancara,portofolio. (6)Hasil Pembimbingan :  wawancara, portofolio.
Tingkat Provinsi  dan Tingkat Nasional
(1).Profesional : tes tertulis,unjuk kerja,wawancara,portofolio. (2).Pedagogik : tes tertulis, unjuk kerja, wawancara, portofolio. (3).Kepribadian :  tes tertulis, wawancara, observasi. (4).Sosial :  tes tertulis,wawancara,observasi. (5).Karya kreatif/inovatif :  wawancara, portofolio. (6).Hasil Pembimbingan :  wawancara, portofolio.
* Di setiap tingkat pemilihan guru berprestasi mencakup semua faktor, namun aspek yang dinilai tidak selalu sama. Begitu juga dengan penilai serta cara atau alat penilaian yang digunakan.
PENILAIAN KINERJA GURU (TK,SD,SMP,SMA)
Kompetensi Pedagogik
Subkompetensi (SK): 1). Menguasai karakteristik peserta didik dari segi fisik, moral, spititual, sosial, kultural, emosional dan intelektual.
Indikator :  a. Menjelaskan karakteristik peserta didik. b. Mengidentifikasi potensi peserta didik. c. Mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik. d. Mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik.
Subkompetensi (SK): 2). Menguasai Teori Belajar dan prinsip- prinsip pembelajaran yang mendidik.
Indikator : a. Menjelaskan berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. b. Menerapkan berbagai pendekatan, strategi,    metode teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif. c. Menerapkan pendekatan pembelajaran tematik khususnya di kelas-kelas awal.
Subkompetensi (SK):  3). Mengembangkan kurikulum.
Indikator : a. Menjelaskan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum. b. Menentukan tujuan pembelajaran. c. Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk  mencapai tujuan pembelajaran. d. Memilih materi pembelajaran yang diampu terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan   pembelajaran. e. Menata materi pembelajaran secara benar  sesuai dengan  pendekatan yang dipilih dan karakteristik peserta didik.  f. Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian.
Subkompetensi (SK):  4). Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.
Indikator :   a. Menjelaskan prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik. b. Mengembangkan komponen-komponen rancangan pembelajaran. c. Menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap, baik untuk kegiatan di dalam kelas, laboratorium maupun lapangan. d. Melaksanakan pembelajaran yang mendidik  di kelas, di laboratorium dan di lapangan dengan memperhatikan standar keamanan yangdipersyaratkan. e. Menggunakan media dan sumber pembelajaran yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mapel yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh.  f.  Mengambil keputusan transaksional dalam pembelajaran sesuai dengan situasi  yang berkembang.
Subkompetensi (SK) 5):   Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran.
Indikator :   a. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran yang diampu.
Materi
Adapun materi-materi wajib dalam pemilihan guru berprestasi adalah:
1. Kompetensi Pedagogik. Pada materi ini para peserta diberi tes kompetensi pedagogik berupa soal bidang pedagogik sejumlah tertentu (+200 butir soal) dan harus dikerjakan dalam waktu yang terbatas (kurang lebih 60 menit). Dimungkinkan ada tes wawancara pedagogik yang soalnya berkisar masalah pendidikan pada umumnya yang aktual.
2. Kompetensi Kepribadian. Pada materi ini para peserta dipersilakan mengerjakan soal kompetensi kepribadian berupa tes tertulis yang bobot soalnya setara tes memasuki pendidikan S2.
3. Kompetensi Sosial. Materi kompetensi sosial berkisar hubungan sosial antar individu dengan sesama dan lingkungannya. Jenis tesnya biasanya berupa tes wawancara dengan bentuk soal jawaban  singkat/essay.
4. Kompetensi Profesional Materi kompetensi profesional berkisar tentang seluk beluk dan bidang keahlian yang ditekuninya.

Demikianlah sedikit berbagi tentang bagaimana menjadi Guru  Berprestasi, bukan maksud ingin menggurui tetapi niat tulus untuk berbagi dan memotivasi para guru untuk mengikuti seleksi guru berprestasi yang diadakan pada setiap tahunnya.

KIAT-KIAT PERSIAPAN
Pada umumnya hanya dengan mempelajari petunjuk teknis Pemilihan Guru Berprestasi kita sudah mendapatkan gambaran bagaimana cara dan mekanisme pemilihan guru berprestasi baik di tingkat kecamatan maupun di tingkat berikutnya. Namun petunjuk teknis tersebut biasanya sampai ke tingkat kecamatan(guru) satu bulan bahkan kurang sebelum hari “H” pelaksanaan lomba. Pertanyaannya: mampukah para guru terpilih nanti mempersiapkan segala macam persyaratan lomba (Portofolio, Penelitian Tindakan Kelas, karya inovatif, presentasi PTK) dalam waktu kurang dari satu bulan? Berangkat dari pertanyaan tersebut penulis ingin berbagi pengalaman persiapan apa saja dan bagaimana kiat-kiatnya agar terpilih menjadi guru berprestasi.Hal-hal yang harus dipersiapkan lebih awal antara lain :
1). Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Langkah bijak adalah membuat PTK jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan Lomba, atau paling tidak 3 bulan sebelumnya. Hal ini agar PTK yang Bapak/Ibu Guru buat dapat sempurna dan tidak membuat pusing kepala/jadi pemikiran kita, karena tidak selesai-selesai juga karena sering diubah-ubah melulu. Jadi, pembuatan PTK semakin cepat akan semakin baik tentunya. Jangan lupa PTK yang sudah selesai dibuat disyahkan oleh Kepala Sekolah dan diketahui oleh Kepala UPT masing-masing. Bagaimana cara pembuatan PTK yang sesuai prosedur, silakan lihat artikel saya berjudul ” Rambu-rambu Penulisan PTK”
Masalah yang akan diangkat dalam Penelitian Tindakan Kelas adalah materi pembelajaran di kelas Bapak/Ibu guru yang menemui kendala, tingkat urgensinya tinggi, atau ingin diketahui tingkat efektifitas suatu metode, model atau media pembelajaran.
Kiat : Agar nilai pembuatan PTK dapat maksimal, Bapak/Ibu guru sebaiknya mempelajari dahulu cara, metode dan prosedur pembuatan PTK. Bapak ibu guru bisa juga membeli buku pembuatan PTK di toko, atau meminjam teman guru/peserta yang pernah maju lomba tapi bukan untuk meniru/menjiplak, tetapi hanya sekedar melihat kerangka, cara penulisan dan pemilihan materi saja lalu Bapak/Ibu guru membuat PTK dengan cara dan prosedur yang hampir sama tetapi dengan materi/metode yang berbeda. Lebih bagus lagi jika merupakan penemuan baru, jadi bukan materi yang berkisar itu-itu saja.
2). Presentasi PTK/Karya Inovatif ( Tes Unjuk Kerja)
Nah, setelah PTK selesai Bapak/Ibu Guru calon peserta guru berprestasi segera membuat bahan presentasi. Biasanya menggunakan Microsoft Powerpoint 2003. Apabila menggunakan Powerpoint 2007 juga bisa tapi lebih pengalaman saya lebih enjoy/nyaman pembuatan dan pemakaian powerpoint 2003 karena penggunaan animasinya lengkap dan lebih mudah dan praktis. Bahan presentasi tidak perlu terlalu panjang dan mendetail, tetapi secara garis besar saja. Hal ini karena waktu presentasi biasanya dibatasi hanya sekitar 10 sampai 15 menit saja. Bahan presentasi ditampilkan yang pokok-pokok saja tetapi sudah bisa menggambarkan isi dari keseluruhan PTK/Karya inovatif yang Bapak/Ibu guru buat.
Kiat :
a). Langkah awal yang bijak adalah segera mempelajari bagaimana menggunakan Microsoft Powerpoint 2003. Semakin lama memakai dan berlatih maka akan semakin mahir dan luwes (agar tidak kaku/canggung). Akan menjadi bahan “guyon” nantinya jika peserta tidak menguasai penggunaan laptop dan powerpoint.
b). Saat lomba seluruh peserta mempersiapkan seluruh materi presentasi beserta alat-alatnya secara mandiri tanpa bantuan orang lain. Hal ini karena ada penilaian tentang “penggunaan media.”Jadi ketika akan presentasi peserta wajib merangkai, membuat koneksi Laptop dan LCD proyektor secara mandiri. Jika peserta gagal membuat koneksi dan LCD proyektor sehingga tidak bisa menampilkan gambar/display, maka peserta mempresentasikan PTK/Karya Inovasinya tanpa menggunakan LCD proyektor tetapi dilakukan secara manual/ceramah biasa. Hal ini tentu saja mengurangi penilaian. Selain justru mempersulit peserta dalam mempresentasikan. Sudah capek-capek membuat persiapan matang di rumah akhirnya gagal ditampilkan secara maksimal gara-gara koneksi laptop dan lcd proyektor terhambat. Sayang kan? Maka di rumah berlatihlah merangkai koneksi antara laptop dan lcd proyektor terutama hubungan kabel-kabelnya, jangan sampai salah jalur.
c). Susunan presentasi yang runtut secara garis besar adalah :
  • Pendahuluan/latar belakang pemilihan judul.
  • Landasan Teori/pengajuan hipotesis.
  • Metodologi Penelitian.
  • Hasil Penelitian dan pembahasan.
  • Penutup/kesimpulan.
d). Buatlah materi presentasi yang sudah jadi dalam bentuk CD. Namun jika tidak memungkinkan bisa disimpan di laptop Bapak/Ibu Guru. Namun Jangan lupa membuat salinan/copyannya ke flashdisc. Hal ini untuk menjaga kemungkinan rusak/corrupt bahan presentasi karena salah pengoperasian atau karena virus computer.
e). Karena PTK yang dibuat benar-benar asli hasil pemikiran Bapak/Ibu Guru, maka usahakan saat presentasi sebisa mungkin menjawab pertanyaan dewan juri secara cepat, tepat dan proporsional sesuai dengan isi PTK. Jawaban yang ragu-ragu akan menimbulkan berbagai pertanyaan susulan dan ketidakpercayaan dewan yuri.
f). Karena waktunya terbatas, maka usahakan menggunakan bahasa yang efektif, singkat namun padat. Usahakan hindari pengulangan dan kata-kata yang tidak perlu.
3). Portofolio
Pembuatan portofolio pemilihan guru berprestasi seperti pembuatan portofolio sertifikasi. Boleh tidak sama, tetapi secara garis besar memang hampir sama. Prosedur dan cara pembuatan portofolio biasanya terlampir dalam juknis pemilihan guru berprestasi. Jika tidak ada Bapak/Ibu Guru bisa pinjam berkas/arsip portofolio teman guru yang sudah sertifikasi. Tinggal isinya disesuaikan dengan kondisi/data Bapak/Ibu Guru sendiri. Pembuatan portofolio usahakan dibuat sendiri agar datanya lebih akurat.
Kiat :
a). Agar nilai portofolio bisa maksimal, usahakan semua SK, ijazah, sertifikat, piagam dan tanda penghargaan semuanya sejak menjadi guru dapat tercantum di dalam portofolio.
b). Agar tidak didiskualifikasi, jangan pernah mencoba menggunakan piagam atau sertifikat palsu. Biarlah sertifikat apa adanya seperti sekarang ini saja. Itu sudah lebih dari cukup.
4). Tes tertulis
Tes tertulis dilaksanakan untuk penilaian unsur kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional. Dilaksanakan secara terpisah/sendiri-sendiri. Bentuk soal terdiri atas : Pilihan ganda (a,b,c,d dan e), jawaban singkan dan uraian/essay.
Kiat :
a). Agar nilai kompetensi pedagogik bisa maksimal, maka Bapak/Ibu Guru wajib menguasai semua unsur-unsur kompetensi pedagogik ( lihat artikel saya: menjadi guru berprestasi).
b). Tes kompetensi pedagogik dapat pula berupa soal uraian/essay. Soalnya paling cuma 10 butir, namun jawabannya bisa sampai 2 halaman folio bolak-balik. Agar memudahkan juri dalam menilai, usahakan tulisan rapi dan jelas terbaca.
c). Tes kompetensi Kepribadian berupa soal pilihan ganda (pilihan a,b,c,d dan e) sejumlah 150 butir soal dikerjakan dalam waktu 60 menit. Jika waktu habis, petugas akan mengambil lembar jawaban peserta walaupun soal belum dikerjakan semua, tanpa pandang bulu. Untuk itu usahakan menjawab dengan cepat dan akurat. Hindari mengulangi membaca soal karena akan buang-buang waktu saja. Hindari bertanya pada peserta lain. Selain gengsi juga karena waktu akan terbuang percuma, rugi kan?
d). Tes Profesional dapat berupa tes number, atau tes numeric tergantung panitia. Bisa juga tes skolastic, psikotes, menggambar dan sebagainya. Maaf penulis tidak dapat menyebutkan lebih rinci lagi karena terikat kode etik (rahasia).
5). Karya Tulis
Karya tulis di sini adalah hasil karya tulis dalam bentuk artikel pendidikan yang dimuat di media cetak/majalah baik berskala regional maupun nasional. Misalnya membuat artikel pendidikan di majalah “Derap Guru, koran Suara Merdeka, Wawasan” dan sebagainya.
Kiat :
a). Agar nilainya bisa maksimal usahakan Bapak/Ibu Guru membuat artikel pendidikan di berbagai media cetak dan tidak hanya sekali. Usahakan pula menulis di media cetak yang sudah mempunyai ISSN. Jika kesulitan maka Bapak/Ibu Guru bisa berlatih menulis dengan membuat blog lewat internet (seperti saya…hehehe).
b). Jangan lupa Majalah yang memuat hasil karya tulis Bapak/Ibu guru difotocopy dan disahkan Kepala Sekolah. Cukup artikelnya saja.
6). Tes Wawancara
Tes wawancara meliputi kompetensi sosial, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional. Soal setiap juri berbeda-beda tergantung kebutuhan, pada umumnya hanya 2 sampai 3 soal. Juri mempunyai kewenangan seluas-luasnya untuk mengembangkan pertanyaan dan tidak dapat diganggu gugat.
Kiat :
a). Agar nilai wawancara dapat maksimal usahakan dapat menjawab semua pertanyaan juri dengan kalimat efektif secara tepat akurat dan logis. Jawaban yang terlalu panjang dan bertele-tele pada umumnya kurang disukai dan kadang malah menyulitkan diri sendiri.
b). Usahakan jawaban dalam wawancara apa adanya dan pencerminan hati dari Pemikiran murni Bapak/Ibu guru. Seandainya melatih siswa dan meraih juara, maka dewan juri tidak segan-segan menyuruh mendemonstrasikan kemampuan Bapak/Ibu guru dalam melatih siswa tersebut. Jika dirasa kurang pas, maka bisa diartikan Bapak/Ibu guru melakukan rekayasa dan manipulasi. Sebaiknya hindari itu. Guru berprestasi tidak diukur dari intelektualnya saja, namun sikap dan kepribadian yang santun, jujur dan berbudipekerti luhurlah yang menjadi acuannya.
7). Persiapan Alat
Pada saat hari “H” pemilihan guru berprestasi kelengkapan alat sangat membantu kinerja peserta guru berprestasi. Perlengkapan yang kurang akan mempengaruhi cara kerja, waktu dan tenaga. Sehingga pemanfaatan waktu menjadi kurang efektif dan efisien. Perlengkapan apa sajakah yang harus dipersiapkan?
a). Laptop dan flashdisc (penyimpan data)
Dalam pemilihan guru berprestasi pengadaan laptop mutlak diperlukan. Panitia biasanya hanya menyediakan lcd proyektor, peserta membawa laptop sendiri-sendiri. Flashdisc merupakan media penyimpanan data sebagai cadangan dan trafel data. Ukuran 1 Gygabyte sudah mencukupi.
Kiat :
Jika memungkinkan Bapak/Ibu guru bisa meminjam laptop ke teman/kenalan. Tetapi jika kesulitan maka membeli sendiri merupakan suatu tindakan profesional. Laptop secon/bekas pun bolehlah yang penting masih normal. Jika kesulitan memilih laptop karena belum berpengalam maka ajaklah orang/teman yang sudah berpengalaman. Nanti ditraktir ayam goreng pasti amat senang hatinya…dan merekatkan pertemanan…..hehehe.
b). Jangan lupa membawa alat tulis menulis seperti ballpoint, pensil, penggaris, busur, penghapus/tipe ex, dan sebagainya. Usahakan jangan sampai meminjam peserta lain pada saat tes karena akan mengganggu kinerja dan konsentrasi diri sendiri dan peserta lain.
Pemilihan Guru Berprestasi menciptakan figur guru profesional dan bermartabat.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan, bukan karena ingin menggurui tetapi ingin sedikit berbagi. Mudah-mudahan niat saya untuk berbagi ini membawa manfaat bagi Bapak/Ibu guru semua. Pertanyaan, komentar, kritik dan saran membangun amat membantu saya.Terimakasih.